Meski awalnya dianggap remeh oleh sejumlah komunitas dirgantara di
Eropa, pesawat mereka kenyataannya berhasil terbang dengan baik.
17 Desember 1903, dua bersaudara dari Dayton, Ohio yang tak pernah
mengenyam pelatihan keteknikan formal menentang gravitasi dengan terbang
pertama sekali di atas bukit-bukit pasir di North Carolina. Dengan
menciptakan pesawat berawak pertama sekali yang sukses terbang, Orvile dan Wilbur Wright mengantarkan kita memasuki era penerbangan.
Berikut ini 10 hal unik yang mungkin tak diketahui banyak orang soal duo pionir dunia penerbangan ini, seperti dikutip dari History.com, Kamis (18/12/2015)
1.Orville terpilih pertama sekali menerbangkan pesawat berkat lemparan koin.
Dua bersaudara ini
mengundi siapa yang pertama sekali menguji pesawat Wright Flyer lewat
lemparan koin di King Devil Hills, North Carolina. Sang kakak Wilbur lah
yang terpilih, namun usaha pertamanya pada 14 Desember 1903 tidak
berhasil dan malah menyebabkan kerusakan ringan pada pesawat. Tiga hari
kemudian, Orville yang mengenakan jaket dan dasi, berbaring telungkup di
sayap bawah dan memegang kendali peawat. Pada pukul 10.35 pagi, pesawat
Wright Flyer bergerak menuruni jalur penuntun sembari diseimbangkan
oleh Wilbur yang berlari di sisi pesawat.
Selama 12 detik pesawat tersebut mengudara sebelum akhirnya mendarat
120 kaki (atau sekitar 36 meter) jauhnya di pasir. Keduanya saling
bergiliran mengawaki pesawat tersebut tiga kali lagi pada hari itu, dan
jarak yang ditempuh di tiap percobaan berikutnya semakin bertambah.
Penerbangan terakhir yang diawaki Wilbur berlangsung selama hampir satu
menit dan menempuh jarak 852 kaki atau sekitar 260 meter.
2. Ambisi mereka untuk terbang dipicu oleh sebuah mainan.
Saat masih kanak-kanak, ayah Wright bersaudara membawakan hadiah yang
dilemparkannya ke udara. “Bukannya jatuh ke lantai seperti yang kami
duga, benda itu malah terbang di sepanjang ruangan hingga menabrak
langit-langit, tempat ia mengambang sementara, sebelum akhirnya jatuh ke
lantai.” kenang keduanya dalam artikel sebuah majalah di tahun 1908.
Helikopter mainan yang membangkitkan minat mereka tersebut terbuat dari
gabus, bambu dan kertas serta digerakkan oleh karet.
3. Keduanya tak punya ijasah sekolah menengah.
Wilbur menghabiskan 4 tahun di sekolah menengah, namun keluarganya
pindah dari Richmond, Indiana ke Dayton, Ohio sebelum dia menerima
ijasahnya. Orville yang meskipun punya rasa keingintahuan yang tinggi
akhirnya putus sekolah juga sebelum tahun terakhirnya dan meluncurkan
usaha percetakan.
4.Wright bersaudara dulunya pernah menerbitkan harian.
Wilbur akhirnya bergabung dengan bisnis percetakan milik Orville dan
pada tahun 1889 keduanya mulai menerbitkan koran mingguan bernama West
Side News. Tahun berikutnya mereka menerbitkan The Evening Item, surat
kabar harian yang berumur singkat. Tahun 1892 mereka pindah haluan dan
mendirikan Wright Cycle Company, toko sekaligus bengkel sepeda yang
sukses dan menjadi sumber dana eksperimen penerbangan mereka.
5. Keduanya tak pernah menikah.
Kedua bersaudara yang kompak ini cuma mau disibukkan dengan pekerjaan
mereka saja. Wilbur bahkan pernah mengatakan kepada wartawan kalau dia
tak punya waktu mengurusi pesawat dan istri sekaligus.
6. Wright bersaudara cuma pernah terbang bersama sekali saja.
Orville dan Wilbur berjanji kepada ayah mereka kalau mereka tak akan
pernah terbang bersama, yang takut kehilangan kedua putranya sekaligus
akibat kecelakaan pesawat. Sang ayah membuat satu pengecualian pada 25
Mei 1919 dan mengijinkan keduanya terbang selama 6 menit di dekat Dayton
– Orville bertindak sebagai pilot dan Wilbur penumpangnya. Selepas
mendarat, Orville mengajak ayahnya yang kala itu berusia 82 tahun untuk
mencoba terbang. Sembari ketinggian pesawat bertambah, ayahnya berteriak
kegirangan, “Lebih tinggi lagi, Orville, lebih tinggi!”
7. Setelah Penerbangan hari Pertamanya, Pesawat Wright Flyer 1903 tak pernah diterbangkan lagi.
Setelah diterbangkan empat kali pada 17 Desember 1903, angin kencang
menerpa Wright Flyer dan memutarbalikkan pesawat tersebut beberapa kali.
Pesawat itu menderita kerusakan serius di bagian badan, motor serta
rantai panduan dan tak bisa diperbaiki lagi. Wright Flyer dikirim
kembali ke Dayton dan tak pernah dipakai terbang lagi.
8. Orville ikut dalam kecelakaan penerbangan pertama yang memakan korban jiwa.
Setelah kesuksesan percobaan mereka di tahun 1903, Wright bersaudara
melanjutkan pengembangan pesawat mereka. Mereka memasarkan pesawat
berawak ganda Wright Military Flyer ke angkatan darat Amerika Serikat,
yang meminta dilakukan uji coba. Pada 17 September 1908 di Fort Myer,
Virginia, Orville melakukan penerbangan demonstrasi bersama Letnan
Thomas Selfidge dari Army Signal Corps. Beberapa menit setelah lepas
landas, baling-baling pesawat tiba-tiba hancur, pesawat kehilangan
kendali dan menghempas tanah dengan kecepatan tinggi. Letnan Selfridge
tewas beberapa jam setelah dikeluarkan dari puing-puing pesawat.
Sementara itu Orville dirawat di rumah sakit selama enam pekan akibat
menderita patah kaki, patah tulang rusuk dan cedera punggung yang
membuatnya cacat seumur hidup.
9. Selama beberapa dekade, Orville menolak menyumbangkan Wright Flyer ke Smithsonian Institution.
Pesawat Wright Flyer 1903 sekarang adalah salah satu objek paling
populer di Smithsonian’s National Air and Space Museum, namun dulunya
selama beberapa dekade Orvile menolak menyumbangkan pesawat tersebut ke
institusi tersebut. Pada tahun 1914, Smithsonian berusaha mengembalikan
reputasi mantan sekretarisnya, Samuel Langley –yang percobaanya dengan
Langley Aerodrome miliknya gagal, 9 hari sebelum Wright bersaudara
terbang pertama kali—dengan mengubah pesawat tersebut (Langley
Aerodrome) dan menyimpulkan kalau itu adalah mesin pertama yang mampu
menjalankan penerbangan berawak. Orville yang marah lantas meminjamkan
Wright Flyer ke London Science Museum tahun 1925 sambil mengatakan kalau
itu adalah “satu-satunya cara untuk meluruskan sejarah tentang mesin
terbang, yang telah disesatkan oleh Smithsonian Institute melalu
pernyataan yang salah dan menyesatkan.” Barulah setelah Smithsonian
mengakui di tahun 1940 kalau mereka salah merepresentasikan Langley
Aerodome, Orville akhirnya setuju mendonasikan pesawat tersebut. Wright
Flyer akhirnya tiba di sana tahun 1948, hampir setahun selepas kematian
Orville.
10. Neil Armstrong membawa serta kepingan Wright Flyer bulan.
Astronot ternama Neil Armstrong mengantongi sepotong kain muslin dari
sayap kiri serta sepotong kayu dari baling-baling kiri pesawat Wright
Flyer 1903, saat mendarat pertama sekali di bulan pada tahun 1969.

Posting Komentar